Menyadari itu, bandara pun dirancang, didesain, dan diberikan fasilitas yang mumpuni untuk meningkatkan pengalaman perjalanan dan juga mengatasi meluapnya penumpang. Salah satu yang terkenal dengan luapan penumpang tersebut yakni Bandara Soekarno Hatta yang terletak di Tangerang, Banten.

Pada kolom vertikal, gaya yang dominan dipikul oleh struktur kolomnya ialah gaya aksial tekan. Sedangkan pada kolom miring, gaya yang dipikul oleh struktur kolomnya ialah gaya aksial tekan ditambah dengan momen lentur yang relatif besar sehingga membuat efek deformasi geometri pada struktur besar juga.

PT (Persero) Angkasa Pura II sebagai pihak pengelola bandara, melakukan perluasan ini untuk menambah kapasitas daya tampung, yakni totalnya sebesar 25 juta slot88 gacor penumpang internasional setiap tahun. Selain itu, gedung parkir mempunyai luas 85.878 meter persegi, serta adanya bangunan penumpang VIP dengan total luas 6.124 meter persegi. 

Gaya bangunan menggunakan konsep desain modern kontemporer. Palet warna bangunan netral dan tegas, dikombinasikan dengan bentuk bangunan yang banyak menggunakan pola garis lurus, serta penggunaan material kaca untuk dinding dan logam untuk atap.

Hasilnya, terminal 3 mendukung Bandara Soekarno Hatta menjadi unggul di beberapa area, mulai dari mengalahkan luas Terminal 3 Bandara Changi Singapura, fasilitas canggih, dilengkapi dengan banyaknya karya seni, berbagai pilihan restoran, hingga skytrain sebagai penghubung ke terminal lain. 

Mata kita kan terpukau dengan desain langit-langitnya yang membantu estetika keseluruhan desain bandara. Unsur kaca yang mendominasi menciptakan kesan transparan dan keterbukaan. Jendela kaca yang vertikal tersebut menjamin akses cahaya alami di siang hari sehingga ada efisiensi energi.

Sementara, desain lanskap Terminal 3 menggunakan pendekatan tropical rainforest guna menciptakan bandara yang ramah lingkungan (eco airport) dan hal ini menjadi ciri arsitektur kontemporer yakni peduli dengan keberlanjutan, juga ramah lingkungan.

Langit-langit yang menggunakan bahan metal tersebut menjadi pembeda, serta memberikan kesan yang indah. Plafon yang mempunyai struktur garis diagonal menciptakan efek yang bergerak sehingga tidak membosankan.

Desain langit-langit tersebut juga memberikan sentuhan glamor. Efek dari logam yang sebagian diembos tekstur doff tersebut kontras dengan sisi gloss yang memantulkan cahaya sehingga hasil akhirnya berhasil menonjolkan karakter langit-langit.

Untuk meningkatkan interior, pada bagian mezzanine, desainer Alvin T menerapkan desain untuk menciptakan ruang yang menarik bersamaan dapat menyoroti berbagai makanan Indonesia yang disajikan dengan desain modern.

Kita pun dimudahkan dengan berbagai fasilitas gratis maupun berbayar. Fasilitas gratis seperti digital lounge, yakni area gaming yang dilengkapi pula dengan meja beserta kursinya.

Di sini juga terdapat sumber listrik, akses WiFi dan komputer gratis dan mesin kopi berbayar. Kalau badan kurang fit maka penumpang dapat melakukan pemeriksaan gratis bahkan mendapatkan obat gratis dari fasilitas medical assistant.

Terakhir, adanya layanan asisten virtual TASYA (Travel Assistance System Angkasa Pura II). TASYA adalah layanan chatbot berbasis artificial intelligence yang berfungsi untuk menjawab pertanyaan traveler terkait bandara-bandara di bawah Angkasa Pura II.

Masuknya cahaya alami dari matahari tentu membuat kebutuhan listrik untuk penerangan menjadi berkurang. Selain untuk tujuan tersebut, penggunaan kaca yang lebih dominan ini juga membuat kesan modern, transparan, dan area jauh lebih luas.

Kolom adalah batang vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok dan pelat. Fungsi kolom adalah untuk meneruskan beban dari elevasi atas ke elevasi bawah sampai tanah melalui pondasi. Kolom berfungsi sangat penting agar bangunan tidak mudah roboh dan kuat menahan beban dari atas.

Lascia un commento

Il tuo indirizzo email non sarà pubblicato. I campi obbligatori sono contrassegnati *